Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Dakwah Penuh Sinergi untuk Masyarakat Dolly

Gambar
TUGAS LAPORAN KULIAH LAPANGAN ILMU DAKWAH DI EKS LOKALISASI DOLLY  Dok. istimewa Siapa yang tak kenal Dolly? Mungkin mayoritas masyarakat Indonesia sudah mengetahuinya. Ya, Dolly merupakan tempat lokalisasi yang begitu terkenal yang terletak di ibukota Jawa Timur, Surabaya. Konon katanya, Dolly disebut-sebut sebagai lokalisasi pelacuran terbesar se-Asia Tenggara. Betapa tidak, sedikitnya 9.000 lebih pelacur berada jadi satu di kawasan tersebut. Kendati begitu, benar atau tidak, belum ada catatan pembanding resmi dengan kompleks lokalisasi di negeri lain, misalnya; kawasan Phat Pong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura. Namun, saat ini Dolly hanya akan menjadi legenda bagi masyarakat Indonesia, pasalnya tempat prostitusi yang ‘katanya’ terbesar se-Asia Tenggara ini resmi ditutup pada tahun 2014 lalu. Dolly merupakan salah satu lokalisasi dari enam lokalisasi yang ada di Surabaya. Lokalisasi ini berlokasi di Jalan Kupang Gunung Timur I (Gang Dolly). Selain D...

Batu, Debu, dan Hujan

Iri, penyakit hati yang menakutkan jika sudah menyebar. Jika sudah menyebar tak ayalnya virus yang senantiasa menebarkan penyakit ke seluruh tubuh. Sungguh mengerikan bukan? Tentu. Namun, sekarang diriku tengah terserang virus itu hanya karena keseringan melihat status teman-teman. Astaghfirullah , sungguh jika media sosial digunakan dengan tidak baik hanya akan menjadi toxic atau racun yang mematikan.  Sekarang begini, hati itu ibarat batu, amal ibarat debu, dan iri ibarat hujan. Lantas apa hubungannya? Jika hatimu telah terserang penyakit ‘iri’ segeralah bertobat, segeralah sadar, segeralah kembali sebelum hangus amal yang telah kau kumpulkan. Bagaimana tidak? Jikalau dilihat amal bagaikan debu, lantas jika terkena air hujan apakah itu tidak akan hilang? Jelas hilang, tak bersisa sama sekali. Mengerikan bukan? Tentu saja. Jika kamu telah terkontaminasi virus ‘iri’ maka secara tidak langsung amalmu akan terkikis sedikit demi sedikit tanpa kamu sadari...

Pelukan Hangat di Sore Hari

Sebuah tangan mengelus lembut puncak kepalaku yang terbalut dengan kerudung hitam. Ku nikmati sentuhannya setiap detik. Semilir angin sore semakin membuatku merasakan kenyamanan yang tiada tara. Ku tolehkan wajahku mengarah ke pemilik tangan tersebut, ia tersenyum manis. Mau tak mau ku juga sunggingkan senyuman yang tak kalah manisnya. “Ibu tidak istirahat? udaranya dingin loh,” ujarku padanya. Namun, ia hanya menggeleng pelan serta terus mengusap lembut puncak kepalaku. Aku mengernyit, tadi siang ibu berkata jika tak enak badan, namun sekarang malah berada di luar rumah yang mana udara sedang tak hangat-hangatnya. “Tapi Ibu kan sedang sakit,” lagi-lagi ibu hanya menggeleng, inginku debat lagi, tapi ya sudahlah mungkin ibu sedang ingin menikmati suasana kota sore ini.  “Bagaimana kuliahmu?”  Aku meliriknya sekilas. Ku hembuskan napas pelan, inilah yang ku tak sukai setiap kali aku kembali ke rumah. Selalu ditanyakan pertanyaan yang sama yang aku sendiri p...